Ilustrasi Kesenian Wayang (Sumber: http://finandastudio.deviantart.com)
Berbicara mengenai teknologi, sepertinya tidak ada habisnya bila dikupas secara mendalam makna yang terkandung dari teknologi yang sebenarnya. Teknologi sangat fleksibel dan bila dijabarkan, teknologi memiliki banyak unsur penyusun di dalamnya. Tentunya dalam hal ini, bagi saya teknologi sangat erat kaitannya dengan seni dan budaya. Suatu teknologi tidaklah lahir begitu saja. Teknologi tidak berkembang begitu saja. Siapa yang menciptakan teknologi? dan untuk apa teknologi diciptakan?...Tentu pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sangat mendasar dan umum. Namun, saya tidak akan membahas pertanyaan itu pada tulisan ini. Akan tetapi, suatu hal yang menarik perhatian saya adalah bagaimana seni, budaya, dan teknologi dapat berbaur serasi dan harmonis untuk kemajuan Indonesia?
Berdasarkan permasalahan tersebut, menurut saya, satu langkah sederhana yang bisa kita lakukan adalah harmonisasi. Harmonisasi antara seni, budaya, dan teknologi. Suatu seni akan melahirkan budaya, dan budaya dapat dikembangkan dan dipertahankan dengan teknologi. Tanpa maksud menggurui, bila kita renungkan sejenak, dengan pesatnya teknologi jangan sampai justru menjadi bumerang dan menghancurkan seni budaya itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa mahakarya anak bangsa dalam upaya kemajuan Indonesia yang patut kita teladani dan acungi jempol.
Bahasa Bali pada Mesin Pencari Google
Screenshot Homepage Google Basa Bali
Setelah Bahasa Jawa, kini Google telah mendukung Bahasa daerah Bali dalam halaman utama dan hasil pencariannya. Banyak mahasiswa beserta ahli bahasa dari Universitas Udayana, Yayasan Dwijendra, dan Balai Bahasa yang ikut serta dalam membantu menterjemahkan ini. Hal ini merupakan suatu pencapaian yang cukup besar bagi Bali dalam hal harmonisasi seni, budaya, dan teknologi. Lambat laun, hal ini akan menumbuhkan kesadaran bagi generasi penerus bangsa untuk semakin cinta dan melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah pesatnya teknologi globalisasi ini. Meskipun saya tidak ikut serta aktif dalam penerjemahan tersebut, saya merasa bangga dan semakin cinta Bali sebagai tanah kelahiran saya.
Robot Hanoman
Robot ini diciptakan agar dapat bergerak secara luwes dan menari seperti Hanoman pada tokoh pewayangan Indonesia. Robot ini mampu menari dengan luwes karena menggunakan sistem penggerak kurang lebih 23 titik. Robot humanoid yang dirancang oleh Tim Robot Unika Soegijapranata Semarang ini, rencananya akan diikutsertakan dalam kontes robot seni Indonesia 2013. Bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda, robot Hanoman ini juga bisa menjadi visualisasi sebagai salah satu tokoh yang ada dalam cerita Ramayana. Hal ini dapat memperkenalkan pada anak penerus bangsa sebagai sisi lain yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga akan menanamkan rasa cinta terhadap seni dan budaya.
Robot Safinah One
Foto Robot Safinah One (Sumber: www.elins.fmipa.ugm.ac.id)
Robot ini dibuat oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Robot kapal tanpa awak ini dibuat dengan tujuan untuk memantau serta menjaga pertahanan dan keamanan wilayah perairan laut Indonesia. Robot ini diikutsertakan dalam Kontes Kapal Cepat Tak Berawak Nasional 2012 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro Semarang dan berhasil meraih juara II. Inovasi ini merupakan suatu karya yang sangat fresh baik dalam pengembangan teknologi dan upaya pertahanan wilayah maritim Indonesia.
Berdasarkan mahakarya tersebut, mari kita bersama bercermin kepada pengalaman yang ada, menjadikan panutan untuk kita dalam mengaplikasikan teknologi dengan baik dan tepat guna sehingga negara Indonesia akan semakin maju dengan warisan seni dan budaya yang sangat amazing ini.
Pada sudut pandang yang berbeda, satu langkah kecil lainnya yang bisa kita lakukan adalah pemanfaatan pengembangan media informasi atau pembelajaran pendidikan yang sudah marak diterapkan dan diselipkan di setiap pendidikan formal dan nonformal sebagai suatu variasi metode pembelajaran. Setiap orang sangat mudah memperoleh informasi dan belajar mengenai banyak hal. Saat ini saya sebagai peserta didik dan calon pendidik sangat memperhatikan peluang tersebut dengan baik. Dengan memanfaatkan teknologi dan berbekal pendidikan yang dimiliki, kita dapat belajar dan melestarikan seni dan budaya Indonesia.
Saya membayangkan bila seni, budaya, dan teknologi terus harmonis. Generasi penerus kita pasti bangga dengan melanjutkan perjuangan kita.
Sumber :
www.merdeka.com/peristiwa/mahasiswa-ugm-buat-robot-kapal-tanpa-awak-untuk-patroli-laut.html www.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2013/02/04/144141/Robot-Hanoman-Harmoni-Teknologi-dan-Seni
www.tekno.kompas.com/read/2013/02/15/13083718/Bahasa.Bali.Kini.Tersedia.di.Google www.elins.fmipa.ugm.ac.id/tulisan/partisipasi-elins-pada-kontes-kapal-cepat-tak-berawak-nasional-2012/










